Kalikudi – Alhamdulillah hari Jumat (04/12/2015) tepatnya jam setengah delapan pagi tiba di rumah tercinta. Rumah yang penuh keceriaan, kegembiraan, kekeluargaan, dan masih banyak lagi. Segar rasanya hidup di perkampungan seperti di rumah ini.

Kampung halamanku tepatnya di Desa Kalikudi, Kec. Adipala Kab. Cilacap – Jawa Tengah. Desa Kalikudi ini sangat khas sekali dengan adat istiadatnya. (Baca juga: Gebyar Budaya Desa Kalikudi). Dari hukum adat istiadat, kesenian Jawa, sampai pada kepercayaan kepada nenek moyang (leluhur) masih ada dan sangat kental sekali. Anda bisa juga kunjungi situs ATAP (Adat Anak Putu) Kalikudi.

Saya sangat bangga sekali dibesarkan dilingkungan yang masih kental terhadap adat dan istiadat Jawa. Masih sangat jarang dan bisa dipastikan langka daerah yang masih banyak unsur adat dan istiadat desa tertentu. Sekali adapun nantinya ada beberapa warga yang mengucilkan bahwa adat istiadat itu termasuk kegiatan yang tidak pas. Di Desa Kalikudi ini memang unsur kepercayaannya masih sangat kental. Namun juga masih ajaran agama Islam. Mereka (warga Kalikudi) menyebutnya adat Kejawen.

Gapura selamat datang desa Kalikdui

Selain warga masyarakat Desa Kalikudi dengan Adat kejawennya, lingkungan persawahan di desa tersebut juga sangat luas. Beberapa bagian wilayah masih didominasi dengan area persawahan. Dari bagian utara desa sampai ke selatan desa ada area persawahannya. Bahkan bagian selatan Desa Kalikudi adalah wilayah persawahan yang terluas dibanding bagian wilayah yang lain.

Hari ini memang saya baru saja tiba di rumah tercinta. Sepi sunyi kehidupan perkampungan desa membuat ketenangan batin tersendiri. Udara yang segar pun memberikan rasa fresh pikiran ini. Tapi sayangnya saat baru saja tiba tidak ada satu pun orang di rumah. Ibu pergi ke pasar untuk berjualan sayur mayus, adek pergi sekolah, sedangkan bapak hanya menjemput saya dari stasiun Maos dan langsung lanjut berangkat kerja jadi tukang.

Hem, tidak apa bisa istirahat tiduran sejenak untuk melepas lelah perjalanan tadi.