Cerita ini sebenarnya bisa saja tidak saya publikasi pada khalayak umum. Namun, karena memang menurut saya perlu. Jadi saya ceritakan bagaimana seorang fotografer dan mungkin sekaligus jurnalis itu bekerja.

Waktu itu(19-20/5/2017) saya mengikuti sebuah kegiatan khusus yang merupakan ritual punggahan setiap tahunnya. Mereka juga sangat telaten dalam mencatat hari-hari peristiwa seperti ini. Saya sering bertanya kepada diri sendiri, kok bisa mereka tahu ya? Apa mereka tahu sendiri atau dikasih tahu (bukan tempe)?

Kejadian itu bermula ada salah satu rekan fotografer yang terkena musibah. Saya tidak tahu persis kejadiannya. Namun, saya tanyakan kepada rekan saya. Ternyata memang benar, beliau itu terkena atau terdorong oleh pikulan yang dibawa rekan saya. Pikulan itu adalah terbuat dari bambu yang dipikul pada bahu. Pikulan tersebut secara tidak sengaja mengenai muka, yang mungkin bagian dahi.

Saya sempat melihat, beliau (korban) berada pada jalur yang salah setelah memotret. Ia berada pada posisi sebaliknya mengarah ke peserta lain. Ia juga sedang mengecek gambar pada kameranya yang ia potret. Naasnya, dahinya terkena bambu tersebut.

Setelah kejadian itu, saya tidak tahu beliau mengikuti lagi acara tersebut atau tidak. Lah wong tidak kelihatan, atau saya yang tidak melihat karena sibuk. Hehe.. Mereka meliput dari berangkat hingga puncak acara. Pulangpun masih diliput, dipotret, dipidio juga.

Saat dipuncak acara selesai, mereka juga ikut merasakan kebahagian. Mengucap syukur dan juga menyantap olahan masakan selamatan punggahan. Berfoto bersama (maaf cuma cerita tidak ada foto).

==

Saat pulang masih ada juga yang meliput. Mereka berdua mengikuti kami hingga keujung jalan saja. Berlarian mengambil gambar dan video. Ada juga yang hingga ke perbatasan wilayah. Mereka berboncengan (cewe-cowok) ihir… ciye ciye.. suit suiit.. Mereka berduaan ciyee.e…. :v (ngga saya upload ah fotonya, mbokan menimbulkan yang tidak diinginkan 😛 )

Salah dua wanita fotografer yang berlarian mengambil gambar dan video saat peserta punggahan pulang ke daerahnya masing-masing pada pagi hari

Ah sudah, ceritaku hari ini. Tulisan ini hanya tulisan tidak berguna yang mungkin menceritakan kejadi kemarin saja. Yang tidak suka tidak usah membaca, alihkan ke artikal lain seperti :