Inilah desaku yang sangat menakjubkan bagi saya. Desa yang penuh dengan adat istiadat jawa yang kental. Di samping itu juga penuh dengan kegiatan para kaum Muslim. Banyak sekali pencampuran budaya adat dengan budaya Islam. Namun tidak menjadikan suatu perbedaan yang nyata.

Inilah Desaku Desa Kalikudi

Desa Kalikudi merupakan salah satu desa di Kec. Adipala, Kab. Cilacap – Jawa Tengah. Desa Kalikudi berada tepat di Utara Adipala. Berdampingan dengan Desa Doplang sebelah timur, Desa Karang Sari sebelah barat, Desa Klapagada – Maos sebelah utara, dan bagian selatan adalah Desa Plikon.

kirab-budaya-desa-inklusif

Kirab budaya September 2015

Hamparan sawah yang cukup luas menjadikan mata pencaharian oleh para warga Desa Kalikudi. Dalam setahun saja dapat panen dalam 2 kali atau bahkan bisa 3 kali. Itu tergantung pemerintah desa yang mengatur tentang ping teluan (ketiga dalam menggarap sawah) serta bagaimana kondisi musim pada tahun itu.

Desa dengan Adat Jawa

Desa Kalikudi dari dahulu sudah memeluk kepercayaan adat istiadat Jawa. Sering kita sebut dengan Kejawen. Kepercayaan ini masih dalam lingkup tuntunan para Wali.

Warga Desa Kalikudi sering mengadakan acara selamatan dalam satu pasar (hari dalam jawa). Satu pasar ini adalah Pon Wage Kliwon Legi Pahing. Apabila bertepatan pada malam hari Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon, mereka akan mengadakan selamatan.

makan-bareng-festival-budaya-nusantara-di-desa-kalikudi

Selamatan kirab budaya September 2015

Kegiatan selamatan sudah menjadikan lumrah oleh para warga Desa Kalikudi. Mereka sudah melakukannya dari dahulu turun temurun sampai dengan sekarang. Kehidupan yang berdampingan dengan kepercayaan ini menjadikan contoh yang baik dalam toleransi beragama.

Aneka ras dan kepercayaan tidak perlu diributkan dalam suatu daerah. Asalkan sesuai dengan peraturan yang sudah ada oleh pemerintah setempat.

Desa yang pemudanya sudah jarang

Kenapa saya tuliskan jarang? Ya, memang kebanyakan pemuda Desa Kalikudi sudah jauh meninggalkan tempat di mana dia lahir. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik untuk masa depan. Entah itu luar kota, atau bahkan ke luar negeri.

Tetapi tidak sedikit juga masih ada para pemuda yang giat dalam kegiatan apapun. Misalkan sepak bola, takraw, dan masih banyak lagi. Selain itu juga masih ada pemuda yang senang bertani mengikuti jejak orang tuanya.

Desa yang misterius

Saya bilang misterius bukan karena kepercayaan adat Kejawennya. Tetapi kadang saya merasa misterius sebagai warga yang terlahir di Desa Kalikudi. Jika Anda ke Desa Kalikudi, maka akan melihat para warga dengan rumahnya yang sama dan tidak muluk – muluk. Bangunan yang masa kini, tetapi tidak wah dan mewah.

Semua kekayaan wargnya akan rata dan sedang – sedang saja. Tidak ada yang tinggi (sugih banget) tidak juga ada yang rendah (mlarat). Alhamdulillah Desa Kalikudi memberikan hikmah yang luar biasa pada situasi seperti itu. Jadi, tidak ada warga yang iri dengan kekayaannya yang berlimpah ruah. Toh, sudah ada contohnya tapi tetap sedang – sedang saja.

Ups, maaf bukan saya bercerita kejelakan dari desaku sendiri. Tetapi ini merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Dan mungkin para pembaca sekalian. Sebenarnya masih banyak sekali cerita dibalik layar (seperti film saja) yang ada di Desa Kalikudi. Tapi saya sudahi saja agar tidak menimbulkan prasangka buruk dan fitnah yang tidak baik bagi warga setempat.

Hanya mendoakan semoga Desa Kalikudi tetap pada prinsip desa dengan Toleransi Beragama yang nyata. Selain itu para pemudanya bisa pulang dan memberikan hal nyata kepada Desa Kalikudi. Sebagai wujud Gerakan Desa Membangun yang sudah sering dikompor – komprin sama semua orang.