Tidak terasa lebaran Idul Fitri tahun 1438 hijriah sebentar lagi. Dalam penghitungan kalender secara nasional jatuh pada tanggal 25 Juni. Namun, kita tidak tahu menunggu sidang isbat yang diadakan oleh pemerintah.

Nah, berbagai kegiatan sebelum lebaran pastinya kamu sudah menyiapkan keperluannya. Apalagi yang mudik ke kampung halaman. Tentunya harus siap segalanya. Dari tiket pulang pergi hingga menunggu THR yang tak kunjung cair (hihihi).

Kebetulan banget saya punya tips untuk yang sedang mudik (yang tidak mudik ya mudik ke rumah sampingnya 😛 ). Tips yang saya berikan cukup mudah, seperti berikut ini.

  1. Kesehatan, pastikan kamu harus tetap sehat saat perjalanan. Istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan mudik.
  2. Untuk pemotor cek kondisi mesin motor dan segalanya. Dari oli hingga ban semua harus dicek.
  3. Masih pemotor, jangan bawa barang-barang yang melebihi muatan. Mendingan naik bus atau truk sekalian kalo bawa kebanyakan.
  4. Untuk yang naik bus atau kereta (pesawat juga boleh). Bawa barang bawaan ke kampung halaman juga jangan banyak-banyak. Ini bukan ajang untuk pindahan. Jadi bawa secukupnya, cukup 20 setel pakaian, 15 pack koper berisi oleh-oleh dan sebagainya (ups salah). Ya secukupnya saja, kalo perlu bawa uang saja yang banyak untuk dibagikan ke warga 😛 .

Itulah empat tips dari saya yang cukup menjengkelkan. Kalo mau dipakai silakan, engga juga silakan. Saya ngga peduli 😀 .

Kembali ke judul “Kamu sudah siapkan apa saja?”

Tentunya banyak sekali masyarakat berbondong-bondong menyiapkan ini itu segala macem. Saya menyebutnya pemborosan serentak. Dan menjadi untung beliung bagi pedagang. Yes, saya pedangan jadi lumayan lah bisa buat modal nikah (ups).

Kenapa pemborosan serentak? Ya kamu tahu sendiri. Mamah beliin baju baru, kan besok lebaran. Pih, beli kerudung sama mukena baru jangan lupa sajadahnya juga yang baru. Eh Papih beli peci baru gih, oya itu ponakan minta sendal sama sepatu, beli juga ya. Waw, banyak duit yah.

============ teeeet….

Nak, besok kamu jangan beli baju baru ya. Uangnya buat sekolah aja. Bajunya kan masih bagus yang tahun kemarin. Iya, mbok.. Ngga beli juga ngga papa, tapi aku minta amplopnya yang ada isinya.. 😛

============ teeeeeetooottt……

Selain tradisi berbelanja pakaian baru,, banyak masyarakat juga punya tradisi membeli kue-kue kering. Seperti nastar dan semacamnya. Tidak hanya itu, mereka juga beli sirup berbagai rasa. Btw, sirup punya saya yang warna merah ada cap kelapanya tahun kemarin masih. Ini sudah mau lebaran aja. Wkwkw 😛

Namun, banyak juga pelaku bisnis juga memanfaatkan momen seperti ini. Banyak yang berjualan paketan kue-kue kering. Mereka berjualan ke tetangga atau ke teman. Bisa lewat online melalui aplikasi pesan dan semacamnya. Atau juga yang sudah langganan setiap tahunnya langsung menghubungi via telpon dan memesannya.

Nah, momen lebaran seperti ini memang menjadi hal yang luar biasa bagi seluruh masyarakat. Entah di mana saja pasti akan merasakan hal positifnya. Walaupun ada juga yang negatif, tapi kebanyakan positifnya.

Berbelanja sudah, beli kue sudah. Lalu tinggal yang menunggu THR tidak cair-cair. Harapan dan detak jantung untuk menunggu kepastian cairnya kapan membuat resah hidup. THR yang menjadi sosok penyelamat hidup pekerja (karena bagai duit nemu) sangat diharapkan. Maka dari itu perusahaan agar saling menghormati satu sama lain. Tentunya kepada pekerja. Tepat waktulah dalam memberikan THR.

Kalo THR sudah turun, beli ini itu jadi lancar bagai naik pesawat (bukan bagai jalan tol karena mau macet sudah musim mudik). Jadi ketiga tradisi ini sudah ada di tulisan ini. Terus kamu sudah siap apalagi?

Kalo nanya ke penulis sudah siap apa? Saya sudah siap “….. ” wkkwkw 😛

>>> isi dikomentar wkwkw 😛