Setelah kandas [1] oleh Qiana yang terupgrade sistemnya. Sehingga gagal masuk ke list grub menu Manjaro pada grub default Qiana. Jika dipilih Manjaro maka akan kernel panic. Nah, ini yang membuat saya sendiri heran. Kenapa bisa begitu?

Saya coba menelaah kronologi kejadian kernel panic Manjaro.

  • buat bootable Manjaro
  • masuk dengan mode Live
  • install grub default Manjaro di harddisk [2]
  • reboot

Proses instalasi grub default ke Manjaro sukses, dan saya coba masuk ke list menu OS Manjaro berhasil tanpa ada kernel panic. Linux Mint Qiana pun demikian tetap normal.

manjarokernel-panic

Kronologi kedua,

Saya coba kembalikan dengan default grub Linux Mint, hasilnya kernel panic. Ini sedikit aneh menurut saya. Apa memang dari sananya sistem operasi berbasis Arch tidak bisa masuk lewat grub berbasis Debian atau yang lain (saya tidak tahu)? Ini hanya berpendapat saja, serba apakah, dan apakah.

Kronologi ketiga,

Dengan mode live Manjaro saya coba ikuti tutorial yang ada di wiki Arch [3]

[bash]
sudo -i
mount /dev/sda7 /mnt/
chroot /mnt/
cd /var/cache/pacman/pkg
ls [cari kernel yang dipakai untuk direinstal, misalkan Linux312-3.12.42-1-x86_64.pkg.tar.xz]
pacman -U Linux312-3.12.42-1-x86_64.pkg.tar.xz [hasilnya nihil]
reboot
[/bash]

Saya ambil kesimpulan dari ketiga kronologi ini yakni bahwa penggunaan grub berbasis Debian atau Ubuntu untuk masuk ke sistem operasi berbasis Arch seperti Manjaro akan terjadi eror kernel panic. Saya garis bawahi bahwa produk pabrikan (buatan) Arch mungkin sudah diatur demikian sehingga harus melalui grub default sistem operasi miliknya.

Jika pendapat ini saya salah mohon untuk di benarkan mana yang salah pada kolom komentar. Saya hanya menuliskan apa yang saya lakukan dan saya alami. Terima kasih 🙂

  1. http://waahyu.my.id/blog/manjaro-pun-kandas/
  2. http://waahyu.my.id/blog/solved-kembalikan-default-grub/
  3. https://wiki.arch.org/index.php/Kernel_Panics