Baru kali ini saya menginstal slackware. Sudah lama sekali pengin belajar bagaimana si menggunakan Slackware. Semua kenekatan ini karena ada yang menyatakan seperti ini:

“Kalau pengin belajar Gnu/Linux pakai Slackware”

Kenapa sih harus Slackware? Saya pun tidak tahu, makanya saya nekat menginstal sistem Slackware walaupun masih pada virtualbox.

Slackware itu kalau menginstal dengan mode console. Nah, ini salah satu pembeda dengan yang lainnya. Walaupun ada juga yang sama dengan mode console seperti untuk server, keluarga Arch dan lain – lain.

Saat login pun hanya dengan console. Tidak langsung ke tampilan login screen yang seperti biasa saya lihat saat akan login ke sistem linux mint.

Loader Slackware

Loader Slackware

Sebelum melakukan update, secara default ternyata ada kendala yaitu hostname nya belum diatur. Default hostname yang dipakai adalah darkstart. Pantesan saya update pun tidak jadi.
[bash]
root@darkstart~# netconfig
[/bash]
Nanti akan keluar pengaturan hostname, saya atur hanya hostname saja. Karena saya tidak tahu yang lainnya, jadi saya kosongi saja. Restart sistem, dan alhamdulillah sudah berganti nama hostname yaitu:
[bash]
root@myid~#
[/bash]

Mengupdate

Ternyata mengupdate pun beda perintahnya, tidak seperti biasa saya lakukan. Sebelum mengupdate saya harus lakukan edit mirro list (daftar mirror) yang sudah ada di sistem.
[bash]
root@myid~# mcedit /etc/slackpgk/mirror
[/bash]
Wah, ada banyak sekali mirro-nya. Berbagai negara sudah ada di dalam file itu, tetapi saya pilih negeri sendiri agar koneksinya lebih cepat karena kendala jarak. Nah, saya hilangkan tanda taggar ( # ) lalu saya simpan.
[bash]
root@myid~# slackpkg-update
[/bash]
Jadi deh, sedang proses update.

Mohon maaf, belum menyertakan cara instalasinya. Karena sudah banyak beterbaran di mbah google.