Penggunaan Terminal Linux sering sekali saya gunakan. Betapa cepatnya suatu perintah yang dieksekusi lewat Terminal. Dari menginstal aplikasi, membuka aplikasi, mematikan aplikasi sampai pada mematikan sistem (shutdown).

Dari perintah bash yang saya ketikan di Terminal ajaibnya bisa direkam di aplikasi tersebut. Filenya pun ada di folder /home/user/.bash_history. Namun, sayangnya perekaman riwayat perintah bash yang dilakukan hanya mencakup 500 baris saja secara default. Kalau begini caranya berbagai perintah yang sudah saya ketikan akan hilang dan mentok di 500 baris saja. Hal seperti ini membuat saya sedikit geram. Bagaimana kalau saya lupa perintahnya? Bagaimana kalu saya ingin menggunakan perintah itu lagi?

Emang penting ya riwayat bash Terminal?

Sangat penting sekali riwayat bash Terminal. Anda tidak akan bisa:

  • Melihat perintah yang sudah digunakan
  • Menggunakan kembali perintah yang telah lama
  • Membuat tutorial dari riwayat bash

Lalu apa yang saya lakukan?

Saya mencoba googling dengan kata kunci:

  • menyelamatkan history Terminal
  • how to save history Terminal

Praktik

Dengan beberapa tutorial yang saya dapat, tanpa menunggu lama langsung saya praktikan. Edit file bash.bashrc

bashrc

Lihat gambar di atas. Fokuskan pada HISTFILE, baris kode ini berfungsi untuk menyimpan dimana file .bash_history. Jangan lupa juga HISTSIZE dan HISTFILESIZE. Jangan tanggung – tanggung untuk mengisi batasan perintah. Nilai batasan ini juga harus sesuai dengan batasan integer, karena bernilai integer.

Ini adalah gambar .bash_history saya saat ini. Setelah menunggu lama sejak Mei 2015.

history-bash

Rujukan: