Setelah mengganti ports apache biar webserver localhost tidak bentrok, tinggal saya menginstal nginx. Penginstalan nginx sebenarnya mudah sekali, tetapi saya mengalami beberapa masalah ketika penginstalan. Inilah perjalanan saya menginstal nginx.

Langsung saja menginstal nginx

cek di browser dengan alamat http://localhost. Suskes jika ada halaman website It’s Working to use Nginx.

Insal php5 dan kawan – kawan.

Instal mysql, berhubung mysql server sudah terinstal, jadi saya hanya menginstal beberapa kawannya. Namun jika Anda belum, sekalian instal mysql server-nya.

Pada tahapan menginstal secure instalasi mysql, nanti akan diminta membuat passowrd untuk mengamankan databases. Selain itu juga akan menghapus akun anonimouse. Sudah selesai tinggal mengedit file /etc/php5/fpm/php.ini

Gunakan fitur pencairan agar mudah dan cepat dalam mencari baris cgi.fix_pathinfo. Ganti cgi.fix_pathinfo=1 dengan cgi.fix_pathinfo=0. Lihat di bawah ini:

Restart nginx

Setting default localhost di file /etc/nginx/sites-available/default

Fokuskan teks di bawah ini, atau Anda dapat meniru teks tersebut agar sesuai dengan konfigurasi pada file tersebut.

Buat file php info di /usr/share/nginx/html. File ini gunanya untuk mengetahui informasi tentang php yang digunakan pada sistem komputer Anda.

Paste saja teks di bawah ini ke file tersebut.

Simpan. Selanjutnya saya mencoba untuk merestart php dan nginx.

Buka info.php di browser, http://localhost/info.php. Namun apa yang terjadi, malahan browser memberikan notifikasi untuk mengunduh file php tersebut. Waduh, harusnya tidak seperti itu, melainkan langsung menampilkan informasi php yang ada. Saya utak atik file konfigurasi sebelumnya sampai kepala puyeng dan waktu sudah menunjukan jam 11.00 malam. Saya tinggal tidur biar otak ini fresh.

Lalu?
Saya lakukan beberapa konfigurasi yang menurut saya bingung sendiri. Tetapi pada akhirnya jadi juga. Inilah beberapa konfigurasi yang saya lakukan.

Terpaksa menghapus apache2,

Konfigurasi ulang /etc/nginx/sites-available/default

Saya coba utak atik baris perintah ini, menambahkan karakter taggar ( # ) di fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(/.+)$; dan fastcgi_index index.php; . Membuang karakter taggar (#) di #fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.sock;

File ini hasil akhirnya, yang sudah fix.

Dari edit filet tersebut malahan nginx gagal restart. Wah wah wah, ini membuat saya kerja keras nginstal nginx. Tapi tidak apa, malah jadi banyak sekali belajarnya.

Solusi gagal restart nginx.
http://serverfault.com/questions/617924/sudo-service-nginx-start-fails-but-sudo-nginx-works-cant-figure-out-why
Namun yang gampang saya kembalikan konfigurasi /etc/nginx/sites-available/default seperti semula. Restart nginx solved.

Kembali ke info,php
Sementara restart nginx sukses, dan saya coba akses http://localhost/info.php , terjadi erorr bad gatway 502. Hem, beruntun erors kali ini, saya googling dan dapat solusi:
http://wildlyinaccurate.com/solving-502-bad-gateway-with-nginx-php-fpm/ . Error bad gatway 502 solved. Dan dengan suksesnya mengatasi masalah bad gatway tersebut, halaman info,php akhirnya muncul juga. Alhamdulillah,..

phpinfo

Dari beberapa masalah dan erorr di atas saya benar – benar mendapatkan pembelajaran yang luar biasa tentang menginstal nginx. Oke, itu saya dulu, saya mau ngopi menyegarkan pikiran. Terima kasih, maaf jika tulisannya amburadul tidak jelas. Selanjutnya instal phpmyadmin.