Dua tahun terakhir ini cari kerja itu susah – susah gampang apalagi tahun besok. Ada yang bilang kurang ini lah, tidak sesuai bidang lah, tidak ada lowongan lah. Eits, tunggu dulu. . Ternyata yang susah dicari itu pekerjanya, bukan lowongan di perusahaannya.

Tulisan ini bukan penelitian atau riset dan lembaga apapun. Hanya menulis, dan sharing pengalaman saja. Kenapa yang susah cari orang untuk kerja? Nah begini, memang saat ini perusahaan manapun sedang atau dalam tahap perbaikan keuangan. Apalagi situasi kurs dolar terhadap rupiah rendah yang menjadi imbas pada perekonomian negara. Hasilnya akan berpengaruh sekali ke perusahaan manapun. (Malah ngomong dunia perekonomian, . . 😀 )

Kenapa?

Jawabannya cuma satu yang pasti menurut saya, yaitu GENGSI. Bukan suatu kelompok geng di masyarakat ya, tapi ini juga penyakit yang tidak kunjung sembuh pada manusia (begitu juga saya). Gengsi ini jadi masalah serius bagi para pencari kerja. Sementara pekerjaan menanti sudah ada, dan perusahaan juga tidak mau ambil pusing dari sifat yang tidak bertanggung jawab serta sifat ingin coba – coba.

Banyak sekali lulusan mahasiwa yang bingung cari kerja. Ah, itu bukan bidang saya. Ah, saya kan punya gelar. Ah, gajinya terlalu kecil, kerjanya tidak sesuai dengan gelar saya. Ah, ini itu, ini itu thethek benget. Emang situ mau jual title sama ijasah doang (mbatin).

Ini nih yang membuat banyak perusahaan bingung dengan apa yang dimau pekerja. Sementara baru terjun ke dunia per-kuli → ah-an (kuli), masih saja ada embel – embel seperti itu. Jadi otomatis pihak perusahaan ya jor joran alias masa bodo.

Disisi lain dari sifat gengsi itu, Anda juga harus punya ambisi, niat, keterampilan, dan masih banyak lagi. Ilmu yang Anda dapat dari sekolah atau perkuliahan masih belum cukup. Itu hanya akan terpakai sedikit saja ilmu yang didapat dari masa pendidikan. Terkecuali memang bekerja pada sesuai bidangnya, itu sudah lain cerita. Nah, kalau Anda bekerja bukan dibidangnya? Mau bagaimana?

Bidang yang jadi basic (dasar bekal Anda) misalkan IT atau Hukum atau Kehutanan atau yang lain, eh ternyata kerjanya jadi Supervisor Marketing. Nah, loh apa sejurusan dengan bidang Anda, jelas tidak sesuai dengan perkiraan bukan?

Bekerjalah jika sudah ada peluang didepan Anda, jangan nunggu besok dan besok. Mending mencoba sekarang daripada berjanji dan berharap besoknya lagi.

Sebelum Anda mencari pekerjaan, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan dilain berkas – berkas dokumen untuk melamar kerja.

  • Niat, “nawaitu saged pedamelan kang anuju kagunan arto, amargi Allah ta’ala”
  • Mental,
  • Skil, keterampilan,
  • Mau kerja di mana saja,
  • Tidak pilah – pilih,
  • Tekad dan tanggung jawab,
  • Hilangkan sifat gengsi dan malas,
  • Dan masih banyak lagi pikir sendiri saja ya.

Tulisan ini bukan karena ingin menyindir, tidak punya etika, tidak punya rasa hormat. Namun semata – mata tulisan ini untuk menggugah Anda sebagai kerabat saya yang mungkin sedang dan masih terlelap. Mohon maaf jika ada kata yang salah dan tidak enak di hati Anda, terima kasih dan tetap pada prinsip etos kerja yang tinggi. Good Luck!!